Kerharmonisan dibutuhkan dalam menjaga keutuhan di dalam sebuah keluarga. Salah satu faktor yang mempengaruhi keharmonisan keluarga adalah pemaafan, pemaafan dibutuhkan dalam sebuah keluarga sebagai penyelesaian jika terjadi suatu konflik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemaafan terhadap kerharmonisan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitan kuantitatif dengan teknik sampling yaitu cluster random sampling. Subjek penelitian adalah pasangan suami istri, usia dewasa awal (18–40 tahun), menikah secara sah, tinggal bersama dalam satu rumah, usia perkawinan minimal 5 tahun dan pendidikan minimal SMA sebanyak 110 pasangan suami istri dibagi dalam 11 desa yang berada di Kecamatan Bondowoso. Instrumen penelitian menggunakan skala pemaafaan Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18) dan Family Harmony Scale. Analisa data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemaafan terhadap keharmonisan keluarga. Nilai koefisien regresi (r) sebesar 0,15 dengan nilai p = 0,026 (< 0,05). Hal tersebut berarti semakin tinggi pemaafan maka keharmonisan dalam sebuah keluarga dapat tetap terjaga.
Copyrights © 2020