Faktor-faktor seperti media massa dan kemajuan teknologi digital telah mendorong pertumbuhan industri fashion Indonesia yang pesat. Butik Bhumimi Kebaya di Denpasar, Bali, bagaimanapun, menghadapi kesulitan dalam menggunakan media sosial untuk memasarkan produk tradisionalnya. Permasalahan utama yang dihadapi oleh karyawan adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan pemasaran digital, yang dapat menghambat pertumbuhan perusahaan. Tujuan program ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kesulitan dalam pemasaran Bhumimi Kebaya melalui media sosial dan konten video. Wawancara, diskusi, dan observasi langsung digunakan untuk mengidentifikasi masalah ini. Selain itu, staf akan dilatih dalam strategi pemasaran digital. Pengembangan strategi konten, penggunaan iklan berbayar, pembuatan konten video yang beragam, dan pelatihan karyawan yang berkelanjutan adalah beberapa solusi yang tersedia. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan kualitas konten, kreativitas, dan keterampilan karyawan dalam pemasaran digital, serta peningkatan keterlibatan di media sosial. Semua ini berkontribusi pada peningkatan visibilitas merek dan penjualan Bhumimi Kebaya.
Copyrights © 2024