The Snackrisis, sebuah usaha keripik pisang yang berlokasi di Kabupaten Gianyar, Bali, menghadapi berbagai tantangan terkait penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelayanan dan produksi. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi ketidakkonsistenan penerapan SOP dan kualitas fasilitas serta standar pelayanan yang tidak memadai. Observasi dan wawancara dengan pemilik serta karyawan mengungkapkan adanya kekurangan dalam pelatihan, dokumentasi SOP yang tidak lengkap, serta pengawasan yang lemah. Sebagai solusi, program perbaikan dilakukan dengan langkah-langkah seperti penyusunan dan pembaruan dokumentasi SOP, pengembangan dan pelaksanaan pelatihan karyawan, serta optimalisasi fasilitas produksi. Pengawasan rutin dan evaluasi juga diterapkan untuk memastikan kepatuhan terhadap SOP dan peningkatan kualitas produk. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam efisiensi produksi, konsistensi kualitas produk, dan kepuasan pelanggan, yang didukung oleh partisipasi aktif dari owner dan karyawan. Program ini berhasil meningkatkan kinerja The Snackrisis, memperkuat posisi usaha di pasar, dan mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Copyrights © 2024