Dalam upaya meningkatkan kesadaran serta wawasan mengenai teknologi keselamatan, khususnya terkait potensi kebocoran gas LPG, tim pengabdian masyarakat melaksanakan kegiatan pengenalan teknologi otomatisasi sistem kontrol kebocoran gas LPG di SMAN 1 Cikeusal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para siswa tentang pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan rumah serta bagaimana pemanfaatan teknologi dapat membantu meningkatkan keamanan. Teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah sistem otomatisasi berbasis mikrokontroler Arduino yang dilengkapi dengan sensor MQ-2. Sensor MQ-2 dirancang khusus untuk mendeteksi kebocoran gas LPG secara cepat dan akurat. Dalam sistem ini, sensor MQ-2 bertugas mendeteksi keberadaan gas LPG di udara. Apabila konsentrasi gas melebihi ambang batas tertentu, sensor akan mengirimkan sinyal kepada mikrokontroler Arduino. Selanjutnya, mikrokontroler akan mengaktifkan alarm dan dapat menjalankan tindakan pencegahan lain, seperti menyalakan lampu LED secara otomatis atau menampilkan notifikasi di perangkat LCD I2C. Para siswa memperoleh penjelasan secara mendalam tentang cara kerja sistem tersebut, mulai dari prinsip dasar sensor MQ-2, proses pemrograman pada mikrokontroler Arduino, hingga integrasi sistem dengan perangkat otomatisasi. Selain itu, dilakukan pula demonstrasi langsung untuk memperlihatkan bagaimana sistem merespons ketika mendeteksi kebocoran gas. Demonstrasi ini bertujuan memberikan pemahaman praktis kepada siswa mengenai penerapan teknologi tersebut.
Copyrights © 2025