Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil kemampuan berbahasa melalui bercerita dengan media wayang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menggunakan dua siklus. Penelitian ini menggunakan adaptasi dari desain Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri atas empat tahap untuk setiap siklus, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 18 anak di kelompok B RA Perwanida 4 Palembang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara diskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah apabila persentase kemampuan berbahasa anak mencapai≥75%. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berbahasa melalui bercerita dengan media wayang dapat meningkat, dibuktikan dengan rata-rata skor kemampuan berbahasa pra-siklus dengan rata-rata TCP kelompok B sebesar 26,88. Setelah diberikan tindakan kegiatan bercerita melalui media wayang pada siklus I meningkat sebesar 9,06 sehingga rata-rata TCP kemampuan berbahasa anak menjadi 35,94. Selanjutnya pada siklus II setelah diberikan tindakan bercerita melalui media wayang meningkat sebesar 8,5 dari siklus I, sehingga rata-rata TCP anak memperoleh skor 44,44 dengan kategori berkembang sangat baik. Sehingga pemberian Tindakan bercerita dengan media wayang ini dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak.
Copyrights © 2020