Nyeri adalah pengalaman yang terakait dengan kerusakan jaringan aktaual atau potensial yang bersifat subyektif. Penggunaan OAINS dalam mengatasi nyeri dalam jangka panjang memiliki efek samping seperti gangguan lambung dan usus, kerusakan pada ginjal. Secara empiris daun senduduk ungu (Melastoma malabathricum L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yang mempunyai kemampuan sebagai analgesik. Tujuan penelitian mengetahui efektivitas analgesik dan dosis yang tepat ekstrak etanol daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) terhadap mencit jantan yang diuji menggunakan metode tail flick. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 25 ekor. Uji analgesik terdiri dari kelompok kontrol positif, negatif dan variasi dosis 400 mg/kgBB, 600 mg/kgBB dan 800 mg/ kgBB. Hasil pengamatan menujukan bahwa ekstrak daun senduduk (Melastoma malabthricum L.) memiliki efektivitas analgesik yang ditunjukan dengan perpanjangan waktu respon penjetikan ekor. Pada dosis ekstrak 600 mg/kgBB dan 800mg/kgBB merupakan dosis yang paling efektif sebagai analgesik dengan persentase hambatan yaitu 82,3% dan 93,5%.
Copyrights © 2025