Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perubahan parameter hematologis pada domba Priangan jantan akibat transportasi serta mengevaluasi peran bobot badan terhadap respons adaptif terhadap stres transportasi. Sebanyak 23 domba Priangan jantan berusia 12–14 bulan dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan bobot badan, yaitu group 1 (<20 kg), group 2 (20–21 kg), group 3 (21–22 kg), dan group 4 (>22 kg). Seluruh domba ditransportasikan dari Sumedang ke Purwakarta selama kurang lebih 2 jam menggunakan mobil bak terbuka tanpa pemberian air minum dan pakan. Parameter hematologis yang diukur meliputi kadar hemoglobin (mg/dL), hematokrit (%), dan jumlah eritrosit (juta sel/mm³) sebelum dan sesudah transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter mengalami penurunan pasca transportasi, dengan penurunan yang lebih besar terlihat pada domba dari kelompok dengan bobot badan lebih rendah dibandingkan domba di group 4. Analisis ANOVA satu arah dan uji lanjut Tukey’s HSD mengungkapkan perbedaan yang signifikan antar kelompok untuk hematokrit dan jumlah eritrosit, sedangkan analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat antara penurunan hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit. Hasil ini mengindikasikan bahwa bobot badan merupakan faktor penting dalam menentukan kemampuan adaptasi domba terhadap stres transportasi, di mana domba dengan bobot badan lebih tinggi cenderung mempertahankan kestabilan kondisi hematologisnya dengan lebih baik. Implikasi praktis dari penelitian ini mendukung perlunya strategi manajemen transportasi yang mempertimbangkan kondisi tubuh ternak untuk meningkatkan kesejahteraan dan performa produksi dalam industri peternakan.
Copyrights © 2024