Tradisi sawer merupakan salah satu bagian penting dalam upacara pernikahan adat Sunda yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini memiliki makna simbolis dan nilai moral yang dapat menjadi pedoman bagi pasangan suami-istri dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai moral yang terkandung dalam tradisi sawer serta relevansinya dalam kehidupan modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dan analisis kualitatif terhadap simbol-simbol serta pantun yang digunakan dalam prosesi sawer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi sawer mengandung beberapa nilai moral utama, yaitu nilai religius (doa dan harapan baik), kebersamaan dan kekeluargaan, kejujuran dan kesetiaan, kerja keras dan tanggung jawab, kedermawanan serta kesabaran dalam menghadapi tantangan hidup. Simbol yang digunakan dalam sawer, seperti beras, uang logam, dan permen, juga memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan kesejahteraan, rezeki, dan kebahagiaan dalam rumah tangga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tradisi sawer bukan hanya sekadar ritual adat, tetapi juga sarana edukasi bagi pengantin dan masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai kehidupan dalam membangun keluarga yang harmonis. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini menjadi penting sebagai bagian dari upaya mempertahankan kearifan lokal dan memperkokoh jati diri budaya bangsa.
Copyrights © 2024