Kemampuan akal budi manusia dalam mengejawantahkanpembangunan telah mengalami pertentangan dilematis,disatu sisi kearifan lokal menghendaki cara pandangdengan mengedepankan pikiran dan hati nurani disisilain desakan-desakan mendorong manusia untuk melakukandengan cara jalan pintas. bagaimana dua kondisi yangsaling bertabrakan ini akan menjadi cross culture yangmengakibatkan masyarakat tidak merasakan keputusasaandan kepasrahan yang akan membawa dampak negatif sertamenimbulkan iklim non-kondunsif dalam mempertahankanhidup, karena mereka menganggap hidup mereka sangat takberdaya. budaya tradisional selalu mengalami perubahanyang dinamis, dan oleh karena itu, budaya tradisionaltidak mengganggu proses pembangunan. Hal tersebutbertentangan dengan sikap dan pandangan dari kebanyakanilmuwan yang menganggap budaya tradisional sebagaitanda keterbelakangan dan sebagai penghambattercapainya kemajuan sosial ekonomis. Adanya budayatradisional tidak selalu harus ditafsirkan sebagaifaktor penghambat pembangunan. Bahkan, dalam batasbatastertentu, budaya tradisional dilihatnya dapatberperan positif untuk mendorong laju modernisasi.Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Pembangunan
Copyrights © 2010