Lunturnya nilai nasionalisme di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, terutama di era globalisasi yang semakin pesat. Menurunnya cinta terhadap tanah air, kurangnya kesadaran akan keberagaman, serta meningkatnya individualisme menjadi permasalahan yang perlu ditangani. Dalam hal ini, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memegang peran krusial dalam menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan oleh guru PPKn dalam mengahadapi tantangan tersebut di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekaan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru PPKn, observasi proses pembelajaran, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru PPKn menggunakan berbagai strategi, seperti pendekatan pemanfaatan teknologi digital, serta kegiatan ekstrakurikuler yang menanamkan nilai kebangsaan. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah juga berperan penting dalam memperkuat rasa nasionalisme peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi yang inovatif dan interakrif dalam pembelajaran PPKn dapat menjadi solusi efektif dalam mengantisipasi lunturnya nilai nasionalisme. Dengan pendekatan yang tepat, guru PPK dapat menjadi agen perubahan dalam membentuk karakter kebangsaan peserta didik.
Copyrights © 2025