Drop Foot merupakan kondisi dimana pasien tidak mampu mengangkat kaki depan karena kelemahan otot dorso fleksor kaki yang diakibatkan kerusakan / cedera pada saraf perifer peroneal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Drop Foot Dekstra Dengan Modalitas Electrical Stimulation (ES) dan Terapi Latihan. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Soeselo Slawi Kabupaten Tegal dengan metode deskriptif analitik pada pasien dengan kondisi drop foot. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan autoanamnesis dan pemeriksaan fisik. Problematika fisioterapi yaitu adanya nyeri, spasme, atrofi otot, penurunan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot, dan penurunan aktivitas fungsional. Instrumen penelitian terdiri dari pemeriksaan nyeri dengan Visual Analogue Scale, spasme otot dengan palpasi, lingkup gerak sendi dengan goniometer, kekuatan otot dengan Manual Muscle Test dan aktivitas fungsional dengan Foot Ankle Disability Index. Setelah dilakukan terapi 1 hingga terapi ke 4 terdapat penurunan nyeri dari T1 = nyeri diam 0, nyeri tekan 3, nyeri gerak 2 hingga T4 = nyeri diam 0, nyeri tekan 2, nyeri gerak 1. Penurunan spasme otot dari T1 = 1 hingga T4 = 1. Peningkatan lingkup gerak sendi dari T1 = Sa = 40º-0º-20º dan T4 = Sa = 45º-0º-20º. Peningkatan aktivitas fungsional dari T1 = 61,53% hingga T4 = 63%. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian electrical stimulation (ES) dan terapi latihan dapat menurunkan nyeri, meningkatan lingkup gerak sendi ankle, meningkatan kekuatan otot dan meningkatan aktivitas fungsional.
Copyrights © 2024