Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa XXX dalam berbelanja online dengan menerapkan algoritma K-Means Clustering. Faktor utama yang dianalisis mencakup gaya hidup, interaksi sosial, dan total pengeluaran, yang dianggap memiliki peran dalam menentukan pola konsumsi mahasiswa. Hasil klasterisasi menunjukkan adanya kecenderungan bahwa semakin tinggi gaya hidup dan interaksi sosial, semakin besar pula pengeluaran belanja online. Namun, terdapat temuan menarik pada Cluster 2, di mana mahasiswa dalam kelompok ini memiliki tingkat gaya hidup dan interaksi sosial yang lebih rendah dibandingkan Cluster 1, tetapi justru memiliki total pengeluaran yang lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa selain faktor gaya hidup dan interaksi sosial, terdapat faktor lain seperti kebiasaan belanja impulsif, pengaruh promosi, serta aspek psikologis yang turut berkontribusi dalam pengambilan keputusan belanja online. Hasil penelitian ini memberikan wawasan mengenai pola konsumtif mahasiswa serta faktor yang berperan dalam keputusan belanja mereka. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan edukasi keuangan bagi mahasiswa agar lebih bijak dalam mengelola pengeluaran. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, berupa cakupan sampel yang hanya menggunakan data cross-sectional, sehingga hanya menggambarkan pola konsumsi pada satu periode tertentu. Ada faktor perilaku konsumtif yang dapat berubah seiring waktu, dipengaruhi oleh tren, kondisi ekonomi, atau faktor eksternal lainnya seperti perubahan kebijakan e-commerce. Oleh karena itu, penelitian lanjutan direkomendasikan untuk memperluas sampel serta menambahkan variabel lain guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2025