Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna akuntansi bagi para petani bawang di Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang. Minimnya pencatatan transaksi usaha oleh petani menjadi permasalahan utama yang dikaji. Aktivitas pencatatan sering kali dianggap sebagai dimensi yang tidak secara langsung diperlukan dalam bentuk laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk mengungkapkan pemahaman unik para petani tentang akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani telah menyadari pentingnya praktik akuntansi dalam kegiatan usaha mereka. Meskipun sebagian besar hanya melakukan pencatatan terbatas, seperti pendapatan hasil panen dan pengeluaran bahan baku serta tenaga kerja, akuntansi terbukti membantu petani dalam beberapa aspek penting. Namun, kurangnya pengetahuan dan rendahnya tingkat pendidikan menjadi kendala dalam menerapkan praktik akuntansi yang sesuai dengan standar yang berlaku. Temuan ini menekankan perlunya edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pencatatan keuangan para petani, sehingga mendukung keberlanjutan usaha mereka.
Copyrights © 2025