Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh otoriter dan kekerasan dalam berpacaran pada remaja madya di kota malang. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional, dengan jumlah responden sebesar 400 responden. Penentuan sampling menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala pola asuh otoriter (α= 0,941) dan skala kekerasan dalam berpacaran (α= 0,959). Teknik analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0.897 (p=0.000) < 0.05. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara pola asuh otoriter dan kekerasan dalam berpacaran pada remaja madya di kota malang. Penelitian ini dapat memberikan informasi bahwa kekerasan dalam berpacaran dapat ditimbulkan dari pola asuh otoriter pada remaja madya, sehingga perlu adanya mengevaluasi diri dan menghilangkan persepsi mengenai pola pengasuhan otoriter orang tua saat hubungan interpersonal agar tidak menimbulkan dampak kekerasan dalam berpacaran pada remaja madya.
Copyrights © 2025