Educatio Christi
Vol 1 No 1 (2020): Januari 2020

Jabatan Gerejawi Menurut Calvin Dan Implikasinya Bagi Organisasi Dan Tata Gereja Di Masa Kini

Tamaweol, Roy D. (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jan 2020

Abstract

Dalam perjalanan gereja di dunia, harus diakui bahwa kadang pergumulan dan persoalan dihadapi. Berbagai persoalan dunia masa kini seakan menghadang jalan kembara gereja. Gereja dituntut untuk dapat menjawab berbagai tantangan yang menantinya. Berbagai tantangan yang datang baik dari luar maupun dari dalam gereja, membuat gereja harus mengevaluasi diri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan gereja adalah dengan menoleh ke belakang pada sejarah yang berharga dan memberi banyak pelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menolek ke 470 tahun yang lalu ketika Yohanes Calvin mengemukakan pemikiran-pemikirannya tentang jabatan gerejawi. Penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap literatur-literatur teologi untuk menemukan gagasan-gagasan Calvin tentang jabatan gerejawi. Melalui penelusuran tersebut didapati bahwa bagi Calvin, tidak ada jenjang jabatan gerejawi dalam sistem presbiterial-sinodal, namun terdapat empat jabatan dengan fungsi dan tugas yang berbeda yaitu: pendeta, doktor, penatua, dan diaken. Dengan mengingat bahwa kepejabatan gerejawi adalah anugerah Allah maka para pejabat gereja, apapun tugas dan fungsinya, harus bertanggung jawab kepada Allah, dalam pelayanannya.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

educatio-christi

Publisher

Subject

Religion Humanities Education

Description

Educatio Christi bertujuan untuk memajukan aktivitas akademik dan kreativitas karya tulis ilmiah melalui media penelitian serta pemikiran kritis dan analitis di bidang kajian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Educatio Christi menerima artikel dari berbagai sub-disiplin yang terkait dengan ...