: Dalam pengolahan sampah, masyarakat desa darungan masih bertumpu pada unsur penimbunan sampah kemudian dilakukan pembuangan ke sungai. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengolahan limbah rumah tangga dan limbah hasil panen yang tidak dimanfaatkan sebaik mungkin dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan, terutama pencemaran air. Sampah sendiri merupakan suatu material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya proses pengelolaan. Sehingga diperlukan penyuluhan tentang lubang biopori pada masyarakat di Desa Darungan, dimana lubang biopori ini bermanfaat sebagai media pengurangan sampah organik, meembuat tanah semakin subur, dan dapat digunakan untuk penyeimbang kadar air dalam tanah. Penulisan artikel ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif, yang mana pendekatan ini menjelaskan kepada masyarakat yang berada di Desa Darungan tentang tatacara pembuatan, pemanfaatan biopori, langkah-langkah dalam penggunaan biopori, serta pemberian pipa biopori kepada beberapa masyarakat yang bertani. Kegiatan sosialisasi ini berjalan cukup lancer dan efektif sehingga masyarakat dapat memahami dan dapat diaplikasikan di lahan mereka. Untuk memaksimalkan pemanfaatan biopori, diperlukan peran dalam pengelolaan dan pemeliharaan dari masyarakat sekitar dengan informasi yang didapat.
Copyrights © 2024