Penelitian ini menyelidiki hubungan antara keyakinan romantis dan gaya kelekatan romantis pada individu yang tanpa sadar menjadi pihak ketiga dalam perselingkuhan. Keyakinan romantis merupakan sistem kepercayaan seseorang tentang hubungan romantis ideal, sementara gaya kelekatan romantis adalah pola perilaku dan reaksi emosional dalam membangun intimasi dengan pasangan. Studi menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 79 partisipan yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Seluruh partisipan memiliki pengalaman sebagai pihak ketiga yang tidak mengetahui status sebenarnya dari pasangan mereka. Analisis chi square menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan antara keyakinan romantis dan gaya kelekatan romantis (p = 0,902; p > 0,05). Temuan ini menyarankan bahwa intervensi yang berfokus pada modifikasi keyakinan romantis mungkin kurang efektif untuk mengubah pola kelekatan romantis pada korban perselingkuhan. Hasil penelitian dapat diaplikasikan dalam pengembangan konseling, program edukasi hubungan sehat, dan strategi penanganan trauma relasional. Kata kunci: keyakinan romantis, gaya kelekatan romantis, perselingkuhan
Copyrights © 2025