Kehilangan orang yang dicintai merupakan pengalaman emosional yang kompleks, sering kali memicu berbagai reaksi psikologis seperti kesedihan mendalam, penyesalan, dan perasaan tidak berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas terapi Brainspotting (BSP) dalam membantu individu melewati proses berduka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal (Single Case Design) terhadap seorang subjek wanita yang mengalami depresi sedang pasca kehilangan pasangan. Intervensi dilakukan melalui delapan sesi terapi BSP, dengan evaluasi kondisi psikologis menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) sebelum dan sesudah terapi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada skor SRQ dan Subjektif Unit of Disturbance Scale (SUDs), mencerminkan perbaikan kondisi psikologis subjek. Subjek mampu menerima realita kehilangan, mengurangi rasa bersalah, dan memulihkan fungsi keseharian. Studi ini mendukung BSP sebagai pendekatan yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi duka dan kehilangan.
Copyrights © 2025