Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah harus mampu beradaptasi dan tetap relevan dengan kebutuhan generasi zilenial. Generasi ini dikenal sebagai pengguna aktif internet dan media sosial serta terbiasa melakukan multitasking. Oleh karena itu, penting untuk membekali mereka dengan pendidikan kewargaan digital guna mendukung penguasaan kompetensi abad ke-21, yaitu komunikasi, kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi pembelajaran kewargaan digital bagi generasi zilenial dapat mendukung penguasaan kompetensi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewargaan digital terdiri dari sembilan komponen strategis, yaitu akses digital, perdagangan digital, komunikasi digital, literasi digital, etika digital, hukum digital, hak dan kewajiban digital, serta kesehatan digital. Guru dapat memanfaatkan internet, platform digital, dan media sosial sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan pencapaian empat kompetensi utama abad ke-21 tersebut. Kesimpulannya, pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran kewargaan digital secara efektif. Pendekatan ini dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis generasi zilenial, sehingga mereka siap menghadapi tantangan di abad ke-21
Copyrights © 2024