Keamanan informasi menjadi tantangan penting dalam era digital, terutama dalam perlindungan teks berbahasa daerah agar tetap terjaga dari akses yang tidak sah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan enkripsi teks bahasa Tolaki Mekongga menggunakan Vigenère Cipher dengan pendekatan ASCII, yang memperluas cakupan karakter hingga 256 nilai. Proses enkripsi dilakukan dengan mengonversi setiap karakter teks dan kunci ke dalam bilangan ASCII, kemudian menerapkan operasi modulo 256 untuk menghasilkan ciphertext yang lebih acak. Pengujian menggunakan kata "meambomena" dengan kunci "kolakabisa" menunjukkan bahwa ciphertext yang dihasilkan memiliki distribusi karakter yang sulit dikenali. Proses dekripsi berhasil mengembalikan teks ke bentuk aslinya tanpa kehilangan informasi, membuktikan efektivitas metode ini dalam menjaga integritas data. Evaluasi keamanan menunjukkan bahwa pendekatan ASCII mampu meningkatkan resistensi terhadap analisis kriptografi berbasis frekuensi. Dengan efisiensi waktu eksekusi yang tetap optimal, metode ini dapat digunakan dalam pengamanan informasi berbasis teks untuk menjaga keaslian dokumen berbahasa daerah.
Copyrights © 2025