Di Daerah Irigasi Bantimurung terjadi kekurangan udara atau terjadinya defisit pada penerapan pola tata tanam yang ada penyebab utama terjadinya kekurangan udara atau defisit tersebut karena adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pola tata tanam yang telah diterapkan di daerah irigasi Bantimurung, seperti pada saat musim tanam februari, maret, april , mei, juni (II) dan agustus (I) mengalami defisit. Tujuan dari penelitian ini untuk optimasi ketersediaan mengetahui air irigasi sepanjang periode 2023 - 2024. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil optimasi pola tata tanam menggunakan perhitungan Debit Andalan, Polygon Thiessen, FJ-Mock dan Neraca Air, untuk ketersediaan air Q80 mendapatkan nilai maksimum 1,37 m3/dt, di Daerah Irigasi Bantimurung dalam optimasi pola tata tanam yang ada mengalami kekurangan udara atau defisit dari bulan November (II), Februari (I) (II), Maret (II) pada musim tanam I, April (II) Mei dan Juni (I) (II) dan Agustus (I) pada musim tanam padi (II) , sehingga optimasi penanaman padi dilakukan dengan cara rotasi atau pengelompokkan masa tanam yang berbeda disesuaikan dengan ketersediaan udara yang ada.
Copyrights © 2024