Kontrasepsi merupakan salah satu program Keluarga Berencana yang dikategorikan sebagai metode berjangka panjang dan pendek. KB suntik merupakan metode kotrasepsi jangka panjang yang daya kerjanya panjang (lama) dan sangat efektif, pemakaiannya sangat praktis, harganya relative murah, aman dan tidak membutuhkan pemakaian setiap hari atau setiap akan bersenggama, tetapi tetap reversible. Namun alat kontrasepsi suntik juga mempunyai banyak efek samping seperti perubahan tekanan darah, gangguan haid, depresi, keputihan bertambah, jerawat, perubahan libido, perubahan berat badan, pusing, sakit kepala dan hematoma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lamanya penggunaan kb suntik DMPA terhadap kejadian hipertensi akseptor kb suntik di kabupaten kupang. Penelitian deskriptif dengan metode survey dengan studi retrospektif dilakukan dari bulan Oktober sampai dengan November 2024 di wilayah kerja Puskesmas seluruh Kabupaten Kupang. Sampel adalah akseptor yang telah menggunakan KB suntik 3 bulan lebih dari satu tahun, dengan jumlah 100 akseptor. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder dan data primer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara lamanya penggunaan KB suntikDMPA terhadap kejadian hipertensi, hal ini dapat ditunjukkan oleh nilai Sig. (2-tailed) 0,001 < 0,05, serta nilai koefisien korelasi adalah 0, 228 yang artinya ada hubungan tetapi lemah. Ada banyak faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi, sehingga diperlukan penelitian lanjutan mengenai faktor yang berpengaruh pada kejadian hipertensi pada Akseptor KB.
Copyrights © 2025