Abstract: Human Rights and Systematic Theology are two things that have a relationship because both of these fields are made and compiled by humans who are similar creations and in the image of God. Therefore, the purpose of this article is to examine human rights within the framework of Systematic Theology to create a significant discourse for human rights amid secularization that emphasizes humans without the intervention of the Sovereign God. The research approach is qualitative using the content analysis method where the researcher analyzes human rights historically and Systematic Theology analytically and theoretically. The result of the research in this paper is that systematic theology is a source of human rights knowledge because it explains the work of God as the Creator of human beings, and human actions that must have theological value, glorify God, and present the communion of love to enjoy God in human life. The conclusion is that human rights need to emphasize theological values and not secular values for human survival. This article provides the novelty that systematic theology is relevant for human rights and human rights must be reviewed based on systematic theology specifically through the doctrine of man and sin. Abstrak: Tujuan dari artikel ini adalah menganalisis Hak Asasi Manusia dalam kerangka berpikir Teologi Sistematika agar melahirkan diskursus yang signifikan bagi HAM ditengah-tengah arus sekularisasi yang menekankan manusia tanpa intervensi Allah yang Berdaulat. HAM dan Teologi sistematika adalah dua hal yang memiliki relasi karena kedua bidang ini dibuat dan disusun oleh manusia yang adalah ciptaan yang serupa dan segambar dengan Allah. Pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis konten dimana peneliti melakukan analisis terkait HAM secara historik dan Teologi sistematika secara analitis teoretis. Adapun hasil penelitian dalam tulisan ini adalah Teologi sistematika merupakan sumber pengetahuan HAM karena menjelaskan karya Allah sebagai Pencipta manusia, dan tindakan manusia yang harus memiliki nilai teologis, memuliakan Allah, serta menghadirkan persektuan cinta kasih untuk menikmati Allah di dalam kehidupan manusia. Simpulan yang didapat adalah HAM perlu menekankan nilai-nilai teologis dan bukan nilai-nilai sekuler bagi keberlangsungan hidup manusia. Artikel ini memberikan implikasi kebaruan bahwa Teologi sistematika relevan bagi HAM serta HAM harus ditinjau berdasarkan Teologi sistematika secara khusus melalui doktrin manusia
Copyrights © 2025