Tari Gandang Lasuang ini dijadikan sebagai tari untuk dipertunjukkan sebagai terimakasih pada dewi sri. Tari ini diciptakan masyarakat di Balai Kuraitaji Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman. Yang diwariskan oleh penari terdahulu dilakukan para generasi penerus nilai budaya, sehingga tari Gandang Lasuang hingga sampai saat ini menjadi milik masyarakatnya secara turun-temurun. Tempat penampilan tari Gandang Lasuang ini dipertunjukkan dihalaman rumah gadang memakai properti Alu yang digunakan untuk penumbuk padi, ayak, dan tempat padi yang sudah ditumbuk menjadi beras saat pertunjukkan berlangsung penonton duduk dan berdiri dengan tertib saat melihat pertunjukan tari Gandang Lasuang di halaman rumah gadang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis sistem pewarisan tari Gandang Lasuang pada masyarakat di Balai Kuraitaji Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena mendeskripsikan dan mendata pendapat dari masyarakat di Balai Kuraitaji, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman. Hasil penelitian ini adalah: (1) Tari Gandang Lasuang di Balai Kuraitaji merupakan tari tradisional di Balai Kuraitaji yang menceritakan tentang aktifitas masyarakatnya ketika Bertani disawah. Berdasarkan temuan khusus penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, bentuk penyajian tari Gandang Lasuang berbentuk simbolis (2) Dengan mewariskan serta melestarikan tari Gandang Lasuang maka eksistensinya akan tetap bertahan ditengah-tengah masyarakat. Karena dengan banyaknya usaha yang dilakukan. Maka akan semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan tari Gandang Lasuang.
Copyrights © 2025