Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa dan faktor penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel SMP Kepulauan Selayar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diolah adalah data dari hasil tes diagnostik dalam bentuk soal cerita sebanyak 3 butir untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel dan hasil wawancara tidak terstruktur untuk memverifikasi hasil tes dan jawaban siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VIII yang berjumlah 31 siswa namun yang mengikuti tes diagnostik 27 siswa kemudian tahap wawancara 6 siswa yaitu yang menyelesaikan soal paling banyak dan melakukan banyak kesalahan lalu dari 6 siswa hanya 3 siswa yang mampu menjelaskan dan memberikan informasi kepada peneliti. Berdasarkan hasil olahan data dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Bontomatene kepulauan selayar masih banyak yang mengalami kesulitan seperti: (1) kesulitan memahami konsep, terletak pada kesulitan siswa dalam memahami maksud dari soal seperti apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, tidak dapat menentukan variabel pada suatu sistem persamaan lineaar dua variabel. (2) kesulitan prinsip, terletak pada kesulitan siswa dalam menuliskan model matematika dan kesulitan dalam menggunakan rumus atau metode penyelesaian seperti metode subtitusi, eliminasi dan gabungan(eliminasi-subtitusi) dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel. (3) kesulitan skill, terletak pada kesulitan dalam menuliskan langkah-langkah penyelesaian, kesulitan dalam operasi bilangan dan salah dalam menuliskan jawaban. Adapun faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan yaitu: (1)faktor internal seperti siswa kurang berlatih mengerjakan soal-soal dalam bentuk soal cerita, kurangnya minat belajar matematika sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran, siswa tidak belajar meski mengetahui akan ada tes atau ulangan, dan kurang teliti dalam mengerjakan soal. (2) faktor eksternal, seperti cara guru mengajaar dan faktor lingkungan atau sosial.
Copyrights © 2024