Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi suhu dan kalor menggunakan model cooperative learning tipe STAD di kelas VII A. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, dengan model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dua kali pertemuan dan setiap akhir siklus dilakukan penilaian untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran IPA dan penguasaan materi IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan model cooperative learning tipe STAD pada pembelajaran IPA materi suhu dan kalor di kelas VII A dimulai dari do’a dan absensi, apersepsi dilanjutkan guru membagi kelompok, siswa melakukan eksperimen sesuai dengan LKS, guru memberikan tugas kepada semua kelompok untuk berdiskusi dengan menyelesaikan LKS yang diberikan guru, setelah diskusi selesai guru mempersilahkan setiap kelompok presentasi dan dikomentari kelompok lain, guru memberikan penghargaan dengan memajang kelompok terbaik di papan tulis, terakhir guru mengajak berdo’a bersama. 2) Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi suhu dan kalor menggunakan model cooperative learning tipe STAD di kelas VII A mengalami peningkatan setiap siklusnya, hal ini dapat dilihat dari tingkat ketuntasan belajar peserta didik per siklus yaitu pada pra siklus dengan KKM 70 siswa pra siklus ada 11 siswa atau 37% yang tuntas, kemudian mengalami kenaikan pada siklus I yaitu ada 20 siswa atau 67% dan pada siklus II ada 26 siswa atau 87%, sedangkan keaktifan belajar peserta didik siklus I yaitu ada 18 siswa atau 60% dan pada siklus II ada 25 siswa atau 83%, hasil tersebut sesuai indikator yang ditentukan.
Copyrights © 2023