Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air di Waduk Karangkates dengan memanfaatkan Google Earth Engine (GEE), sebuah platform komputasi geospasial berbasis cloud, serta data satelit Sentinel-2A. Analisis dilakukan menggunakan dua parameter utama, yaitu Normalized Difference Chlorophyll Index (NDCI) untuk mengukur kandungan klorofil-a sebagai indikator produktivitas biologis dan potensi eutrofikasi, serta Normalized Difference Turbidity Index (NDTI) untuk menilai tingkat kekeruhan air akibat material tersuspensi seperti lumpur dan sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a (NDCI) tinggi ditemukan di area tepi waduk, yang diduga terkait dengan masuknya aliran nutrien dari sungai. Sementara itu, nilai NDTI tertinggi ditemukan di muara sungai akibat limpasan sedimen dari hulu, sedangkan bagian tengah waduk menunjukkan nilai NDCI dan NDTI yang lebih rendah karena adanya proses pengendapan material. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan GEE memudahkan analisis spasial secara cepat dan efisien tanpa memerlukan pengunduhan data. GEE dan data penginderaan jauh diharapkan dapat dimanfaatkan lebih luas untuk pengelolaan sumber daya dan ekosistem perairan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025