Stroke menjadi salah satu penyebab utama kecacatan jangka panjang di seluruh dunia. Negara berkembang menanggung beban yang paling berat terkait stroke, yaitu sekitar 70 % kematian dan 87 % kecacatan. Pasien stroke dengan hemiparese mengalami tingkat efek parese yang lebih besar pada lengan dibandingkan tungkai dan tingkat pemulihan motorik fungsional pada lengan lebih kecil dibandingkan pada tungkai. Gangguan pada anggota tubuh bagian atas terjadi pada sekitar dua pertiga penderita stroke, sehingga mempengaruhi fungsional tangan. Rumah Sakit Bethesda dengan pelayanan unggulan stroke, bertanggung jawab memberikan pelayanan terbaik, termasuk pada fase rehabilitasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Constrain Induced Movement Therapy (CIMT) terhadap fungsional tangan pasien stroke. Metode Penelitian: Jenis penelitian menggunakan metode action research, sepuluh pasien stroke rawat jalan menjadi responden dengan purposive sampling. Responden diberikan intervensi CIMT selama 2 minggu. Penelitian ini menggunakan alat ukur indeks Bethesda Modified Disability Arm Shoulder and Hand (DASH). Uji normalitas dengan Shapiro wilk test. Uji hipotesis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Hasil uji paired sample t-test p = 0,000 (p<0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Ada pengaruh Constrain Induced Movement Therapy (CIMT) terhadap fungsional tangan pasien stroke.
Copyrights © 2025