Abstrak Berdasarkan data dari Kemendikbudristek, hingga tahun 2023, sekitar 143.265 sekolah di Indonesia telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara mandiri pada berbagai jenjang pendidikan, dengan angka ini terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran akan manfaat pendekatan kurikulum baru ini. Keunggulan utama dari Kurikulum Merdeka terletak pada fleksibilitasnya, di mana pembelajaran berfokus pada penguatan kompetensi dasar seperti literasi, numerasi, dan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi, hambatan, dan solusi dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN Kraton 1 sebagai bagian dari penerapan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian mencakup guru kelas, kepala sekolah, dan siswa yang terlibat dalam pelaksanaan P5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru memahami konsep dasar P5, mereka menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan sumber daya, beban administrasi, dan kurangnya pelatihan intensif. Strategi yang diterapkan mencakup pemanfaatan platform Merdeka Mengajar, forum diskusi internal guru, serta kolaborasi dengan masyarakat dan pihak eksternal. Solusi lainnya adalah alokasi waktu khusus untuk perencanaan proyek dan penguatan evaluasi berbasis rubrik.
Copyrights © 2025