BangBang Wetan menjelma menjadi sebuah ruang publik yang majemuk, Peneliti tertarik dengan BangBang Wetan dikarenakan BangBang Wetan merupakan sebuah komunitas atau forum diskusi yang melakukan ruang diskusi antar budaya serta konsep diskusi yang berbeda dari forum atau komunitas lainnya. Penelitian ini mengeksplorasi tentang ruang publik dalam konteks komunitas BangBang Wetan di Surabaya yang dilaksanakan satu bulan sekali. Menggunakan teori Ruang Publik oleh Jurgenn Habermas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, observasi dan wawancara mendalam untuk menganalisis bagaimana prinsip ruang publik Habermas diterapkan oleh BangBang Wetan, serta bagaimana BangBang Wetan mewadahi kemajemukan. Penilitian ini menitikberatkan pada BangBang Wetan sebagai sebuah Ruang Publik antar budaya yang diperlukan pada masa saat ini. Lebih lanjut penelitian ini terungkap bahwa prinsip egaliter dengan tercerminnya interaksi antara narasumber dan audiens yang tidak memiliki batas fisik maupun non-fisik. Prinsip inklusif yang terbuka bagi siapa saja untuk hadir dan turut meramaikan jalannya diskusi serta Bebas dari dominasi yang diwujudkan dalam otonomi BangBang Wetan yang tidak terikat oleh kekuasaan absolut.
Copyrights © 2025