Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan banjir yang sering terjadi di permukiman kumuh tepian sungai di Kelurahan Pahandut Seberang, Palangkaraya. Banjir ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kondisi fisik, sosial, dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk adaptasi masyarakat dalam menghadapi banjir serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dengan panduan pertanyaan terbuka, observasi langsung, catatan lapangan, dan dokumentasi visual sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi masyarakat berlangsung pada tiga skala: individu, komunitas, dan pemerintah. Pada skala individu, warga melakukan peninggian rumah, penggunaan papan kayu untuk melindungi barang berharga, dan diversifikasi sumber pendapatan seperti ojek perahu. Komunitas memperkuat solidaritas sosial melalui gotong-royong memperbaiki infrastruktur lokal yang rusak akibat banjir. Di tingkat pemerintah, meskipun terdapat upaya mitigasi dari BPBD, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial, kendala keterbatasan anggaran dan infrastruktur menghambat penanganan jangka panjang. Faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi termasuk keterbatasan infrastruktur, kekuatan jaringan sosial lokal, dan dukungan yang masih terbatas dari pemerintah. Penelitian ini menyoroti perlunya perencanaan terpadu dan peningkatan kapasitas mitigasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap banjir.
Copyrights © 2025