Kebakaran hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menimbulkan banyak dampak negatif. Diantaranya, banyak vegetasi yang mati, lahan menjadi gersang, dan dampak sosial ekonomi lainnya. Identifikasi area terbakar secara konvensional cukup sulit dan memakan banyak biaya untuk wilayah yang luas. Untuk itu, dilakukan penelitian dengan penginderaan jauh untuk memetakan area terdampak berdasarkan tingkat keparahan kebakaran di area TNBTS yang cukup luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan multitemporal dengan membandingkan keakuratan dan efektivitas indeks kebakaran, yaitu NBR (Normalized Burned Ratio) dan BAIS2 (Burned Area Index for Sentinel-2). Tahap penelitian meliputi analisis citra sebelum dan sesudah kebakaran, kemudian dihitung selisih indeks dan indeks separabilitasnya dan dicari luasan tingkat keparahan kebakaran. Hasil menunjukkan bahwa Indeks BAIS2 lebih baik daripada NBR dalam mengidentifikasi kebakaran. Hal ini dilihat dari akurasi tertinggi pada kelas terbakar ringan indeks dBAIS2 sebesar 92,5%. Sedangkan, Indeks dNBR memiliki akurasi tertinggi 77,5% pada kelas yang sama. Hasil uji indeks separabilitas menunjukkan bahwa BAIS2 lebih baik dalam membedakan area terbakar dan tidak terbakar dibandingkan NBR. Indeks BAIS2 lebih baik dalam memetakan area terdampak kebakaran dengan luas total 5462,6 Ha sedangkan indeks NBR hanya merekam 3239,09 Ha.
Copyrights © 2025