Jurnal Keperawatan GSH
Vol. 14 No. 1 (2025): Januari 2025

PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP TINGKAT TEKANAN DARAH PADA LANSIA

Nurtanti, Susana (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2025

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Senam otak merupakan salah satu bentuk intervensi non-farmakologis yang dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dan sirkulasi darah, sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap tingkat tekanan darah pada lansia. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sebanyak 60 lansia yang terdiagnosis hipertensi ringan hingga sedang dibagi menjadi dua kelompok : kelompok intervensi yang diberikan senam otak selama 4 minggu (3 kali seminggu, masing-masing 30 menit) dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan intervensi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test untuk melihat perubahan tekanan darah dalam dan antar kelompok. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik dalam kelompok intervensi (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang signifikan. Analisis independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol setelah intervensi (p < 0,05). Kesimpulan : Senam otak terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Oleh karena itu, senam otak dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non-farmakologis dalam manajemen hipertensi pada lansia.   ABSTRACT Background : Hypertension is one of the health problems often experienced by the elderly and can increase the risk of cardiovascular disease. Brain gymnastics is a form of non-pharmacological intervention that can help improve cognitive function and blood circulation, thus potentially lowering blood pressure. Objective : This study aims to determine the effect of brain gymnastics on blood pressure levels in the elderly. Method : This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design approach. A total of 60 elderly people diagnosed with mild to moderate hypertension were divided into two groups: the intervention group given brain gymnastics for 4 weeks (3 times a week, 30 minutes each) and the control group that did not receive intervention. Blood pressure measurements were taken before and after the intervention using a digital sphygmomanometer. Data analysis was carried out using paired t-test and independent t-test to see changes in blood pressure within and between groups. Results : The results showed that there was a significant decrease in systolic and diastolic blood pressure in the intervention group (p <0.05), while in the control group there was no significant change. Independent t-test analysis showed significant differences between the intervention and control groups after intervention (p < 0.05). Conclusion : Brain gymnastics has been proven effective in lowering blood pressure in the elderly. Therefore, brain gymnastics can be used as an alternative non-pharmacological therapy in the management of hypertension in the elderly.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

kep

Publisher

Subject

Education Health Professions Nursing Public Health

Description

Jurnal Keperawatan GSH adalah jurnal keperawatan untuk perawat, akademisi, dan praktisi. Jurnal Keperawatan GSH ini menerima artikel penelitian asli dan relevan di bidang keperawatan, serta studi literatur dan laporan kasus khususnya keperawatan atau kesehatan. Fokus dan scope jurnal ini adalah ...