Penerapan metode perencanaan arsitektur yang memaksimalkan orientasi matahari dan aliran angin sangat penting dalam desain bangunan berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada peningkatan area hijau dan saleable area guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Dengan menggunakan Building Information Modeling (BIM), penelitian ini mengembangkan instrumen penilaian untuk meningkatkan kinerja bangunan dari aspek ekonomi dan ekologi. Simulasi tata ruang dilakukan dengan mempertimbangkan orientasi matahari dan aliran angin untuk memaksimalkan efisiensi energi dan kualitas ruang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari segi ekonomi dan ekologi, sejalan dengan penerapan nilai-nilai BerAKHLAK, Nilai-nilai ini mencakup akuntabilitas dalam penggunaan energi, kompetensi dalam memaksimalkan potensi ruang, kolaborasi dalam pengembangan kawasan, serta orientasi pelayanan dalam menciptakan kenyamanan bagi pengguna. Penggunaan BIM mendukung pengambilan keputusan yang lebih efisien dalam konteks arsitektur berkelanjutan.
Copyrights © 2024