Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam teologi dan kepemimpinan gereja, yang semakin mendapat perhatian dalam konteks keadilan gender dan inklusivitas. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi kontribusi teologis perempuan serta tantangan yang mereka hadapi dalam kepemimpinan gereja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, dengan menganalisis literatur terkait teologi feminis, interpretasi Alkitab, dan model kepemimpinan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teolog perempuan menawarkan interpretasi alternatif terhadap teks-teks suci dan menyoroti potensi kepemimpinan perempuan. Meskipun ada kemajuan, stereotip gender dan keterbatasan akses pendidikan masih menjadi hambatan signifikan. Model kepemimpinan servant dan kolaboratif diusulkan sebagai solusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan setara. Diskusi mengindikasikan bahwa penerapan perspektif perempuan dalam teologi dapat memperkaya pemahaman iman serta menciptakan gereja yang lebih responsif terhadap tantangan sosial. Ini juga dapat menarik generasi muda yang menghargai nilai-nilai keadilan dan inklusivitas. Kesimpulannya, mengintegrasikan suara perempuan dalam kepemimpinan gereja adalah langkah strategis untuk menciptakan gereja yang berkomitmen pada keadilan sosial dan mampu berfungsi sebagai agen perubahan positif dalam masyarakat.
Copyrights © 2025