Latar belakang: Prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk dunia. Benua Asia tenggara berada diposisi ke-3 tertinggi dengan prevalensi kejadian hipertensi sebesar 25%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan diketahui angka hipertensi pada tahun 2021 sebanyak 686 jiwa kemudian pada tahun 2022 mengalami kenaikan dengan jumlah angka hipertensi sebanyak 2.792 jiwa dan pada tahun 2023 jumlah angka hipertensi mengalami peningkatan sebanyak 3.505 jiwa. Tujuan: Mengetahui hubungan karakteristik dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Sungai Ulin Kota Banjarbaru.Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua orang usia produktif yang berkunjung di pelayanan kesehatan Posbindu pada bulan Januari sampai April 2024 sebanyak 555 responden dengan sampel sebanyak 84 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accindental sampling.Hasil: Uji analisis univariat didapatkan sebagian besar responden hipertensi sebanyak 61,9%, sebagian besar responden berumur dewasa sebanyak 52,4%, jenis kelamin perempuan sebanyak 66,7%, tidak ada riwayat keturunan/genetik sebanyak 77,4%, gaya hidup tidak sehat sebanyak 72,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan umur dengan kejadiaan hipertensi p-value 0,005. Tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kejadiaan hipertensi p-value 0,382. Tidak ada hubungan genetik dengan kejadian hipertensi p-value 0,080. Tidak ada hubungan gaya hidup dengan kejadiaan hipertensi p-value 0,060.
Copyrights © 2024