Ari Widyarni
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR–FAKTOR TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS RAWAT INAP MEKARSARI Widyarni, Ari; Indah Qoriati, Nurul
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.979 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v9i2.975

Abstract

Salah satu kondisi kesehatan berkaitan dengan gizi yang paling sering diderita ibu hamil adalah anemia. Prevalensi anemia gizi besi pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 sebesar 37,1% meningkat pada tahun 2018 menjadi sebesar 48,9%. Kondisi kesehatan gizi ibu hamil sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap status kesehatan bayi yang akan dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari. Metode penelitian survei analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu yang hamil di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari berjumlah 70 orang dari bulan Januari sampai dengan akhir bulan April 2019. Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yaitu sebanyak 41 responden dengan teknik pengambilan Random Sampling. Instrumen penelitian kuesioner dan status rekam medik. Analisis statistik penelitian menggunakan uji Spearman?s Rho dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil penelitian diperoleh sebesar 43,9% ibu hamil mengalami anemia ringan, pengetahuan tentang anemia paling banyak 39% kurang dan sebagian besar 63,4% ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari. Ada hubungan pengetahuan (p=0,001) dan konsumsi tablet tambah darah (TTD) (p=0,003) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari. Saran bagi Puskesmas Rawat Inap Mekarsari agar dapat dilakukan upaya penurunan angka kejadian anemia dengan optimalisasi pada ibu hamil dengan cara lebih meningkatkan lagi upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang anemia serta sosialisasi mengubah persepsi ibu pada mitos-mitos tentang makanan yang bergizi. 
Faktor Resiko Kejadian Kista Ovarium Di Poliklinik Kandungan dan Kebidanan Rumah Sakit Islam Banjarmasin Ari Widyarni
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.13 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.569

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi adalah suatu Keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. Survei Demografi Kesehatan Indonesia angka kejadian kista ovarium di Indonesia mencapai 37,2%, yaitu sebanyak 23.400 orang dan yang meninggal sebanyak 13.900 orang.Tujuan: Mengidentifikasi faktor resiko kejadian kista ovarium di Poliklinik Kandungan dan Kebidanan Rumah Sakit Islam Banjarmasin.Metode: Penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 70 responden dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji korelasi Spearma’n Rho.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian kista ovarium yaitu sebesar 75,7%, dengan sebagian besar responden memiliki umur yang beresiko yaitu sebesar 81,4%, dan responden dengan pola makan kurang sebanyak 64,37%. Hasil analisis uji korelasi menggunakan spearma'rho dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan ada hubungan umur (p-value=0,033) dan pola makan   (p-value=0,004) dengan kejadian kista ovarium di Poliklinik Kandungan dan Kebidanan Rumah Sakit Islam Banjarmasin.Simpulan: Melakukan promosi kesehatan tentang berbagai masalah penyakit kesehatan reproduksi, sehingga diharapkan para responden dapat lebih menjaga kesehatan reproduksinya serta rutin memeriksakan keadaan kesehatan reproduksi agar terhindar dari penyakit reproduksi dan agar dapat mengatasi masalah penyakit secara dini terutama penyakit kista ovarium. Kata Kunci    : Kista Ovarium, Umur, Pola MakanBackground: Reproductive health is a state of complete physical, mental and social well-being that is not solely free from disease or disability in all matters relating to the reproductive system, as well as its functions and processes. Indonesian Demographic Health Survey the incidence of ovarian cysts in Indonesia reached 37.2%, as many as 23,400 people and as many as 13,900 people died.Objective: To identify risk factors for ovarian cysts in the obstetric and obstetric clinic of Banjarmasin Islamic Hospital.Method: Analytic survey research with a cross-sectional approach. The number of samples was 70 respondents with an accidental sampling technique. Research instruments using questionnaires and data analysis using the Spearma'n rho correlation test.Results: The results showed that the incidence of ovarian cysts amounted to 75.7%, with the majority of respondents having an age at risk that was equal to 81.4%, and respondents with less eating patterns were 64.37%. The results of the correlation test analysis using spearma'rho with a 95% confidence level showed an age relationship (p-value = 0.033) and diet (p-value = 0.004) with the incidence of ovarian cysts in the Polyclinic Gynecology and Midwifery Banjarmasin Islamic Hospital.Conclusion: Conducting health promotion about various reproductive health problems, so that the respondents are expected to be more able to maintain their reproductive health and routinely check the state of reproductive health to avoid reproductive diseases and to be able to overcome the problem of disease early, especially ovarian cyst disease.
Faktor Resiko Kejadian Kista Ovarium Di Poliklinik Kandungan dan Kebidanan Rumah Sakit Islam Banjarmasin Ari Widyarni
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.569

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi adalah suatu Keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. Survei Demografi Kesehatan Indonesia angka kejadian kista ovarium di Indonesia mencapai 37,2%, yaitu sebanyak 23.400 orang dan yang meninggal sebanyak 13.900 orang.Tujuan: Mengidentifikasi faktor resiko kejadian kista ovarium di Poliklinik Kandungan dan Kebidanan Rumah Sakit Islam Banjarmasin.Metode: Penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 70 responden dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji korelasi Spearma’n Rho.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian kista ovarium yaitu sebesar 75,7%, dengan sebagian besar responden memiliki umur yang beresiko yaitu sebesar 81,4%, dan responden dengan pola makan kurang sebanyak 64,37%. Hasil analisis uji korelasi menggunakan spearma'rho dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan ada hubungan umur (p-value=0,033) dan pola makan   (p-value=0,004) dengan kejadian kista ovarium di Poliklinik Kandungan dan Kebidanan Rumah Sakit Islam Banjarmasin.Simpulan: Melakukan promosi kesehatan tentang berbagai masalah penyakit kesehatan reproduksi, sehingga diharapkan para responden dapat lebih menjaga kesehatan reproduksinya serta rutin memeriksakan keadaan kesehatan reproduksi agar terhindar dari penyakit reproduksi dan agar dapat mengatasi masalah penyakit secara dini terutama penyakit kista ovarium. Kata Kunci    : Kista Ovarium, Umur, Pola MakanBackground: Reproductive health is a state of complete physical, mental and social well-being that is not solely free from disease or disability in all matters relating to the reproductive system, as well as its functions and processes. Indonesian Demographic Health Survey the incidence of ovarian cysts in Indonesia reached 37.2%, as many as 23,400 people and as many as 13,900 people died.Objective: To identify risk factors for ovarian cysts in the obstetric and obstetric clinic of Banjarmasin Islamic Hospital.Method: Analytic survey research with a cross-sectional approach. The number of samples was 70 respondents with an accidental sampling technique. Research instruments using questionnaires and data analysis using the Spearma'n rho correlation test.Results: The results showed that the incidence of ovarian cysts amounted to 75.7%, with the majority of respondents having an age at risk that was equal to 81.4%, and respondents with less eating patterns were 64.37%. The results of the correlation test analysis using spearma'rho with a 95% confidence level showed an age relationship (p-value = 0.033) and diet (p-value = 0.004) with the incidence of ovarian cysts in the Polyclinic Gynecology and Midwifery Banjarmasin Islamic Hospital.Conclusion: Conducting health promotion about various reproductive health problems, so that the respondents are expected to be more able to maintain their reproductive health and routinely check the state of reproductive health to avoid reproductive diseases and to be able to overcome the problem of disease early, especially ovarian cyst disease.
Analisis Faktor–Faktor Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari Widyarni, Ari; Indah Qoriati, Nurul
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2: DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.979 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v9i2.975

Abstract

Salah satu kondisi kesehatan berkaitan dengan gizi yang paling sering diderita ibu hamil adalah anemia. Prevalensi anemia gizi besi pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 sebesar 37,1% meningkat pada tahun 2018 menjadi sebesar 48,9%. Kondisi kesehatan gizi ibu hamil sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap status kesehatan bayi yang akan dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari. Metode penelitian survei analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu yang hamil di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari berjumlah 70 orang dari bulan Januari sampai dengan akhir bulan April 2019. Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yaitu sebanyak 41 responden dengan teknik pengambilan Random Sampling. Instrumen penelitian kuesioner dan status rekam medik. Analisis statistik penelitian menggunakan uji Spearman‟s Rho dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian diperoleh sebesar 43,9% ibu hamil mengalami anemia ringan, pengetahuan tentang anemia paling banyak 39% kurang dan sebagian besar 63,4% ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari. Ada hubungan pengetahuan (p=0,001) dan konsumsi tablet tambah darah (TTD) (p=0,003) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari. Saran bagi Puskesmas Rawat Inap Mekarsari agar dapat dilakukan upaya penurunan angka kejadian anemia dengan optimalisasi pada ibu hamil dengan cara lebih meningkatkan lagi upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang anemia serta sosialisasi mengubah persepsi ibu pada mitos-mitos tentang makanan yang bergizi. 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Karyawan Penyemprotan Kelapa Sawit Di PT. Menteng Kencana Mas Kalimantan Tengah Melina, Ririn; widyarni, Ari; Fahrurazi, Fahrurazi; Ilmi, M. Bahrul
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 2 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i2.12287

Abstract

PT Menteng Kencana Mas (MKM) adalah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) yang diakuisisi pada tahun 2015. dan mengoperasikan perkebunan kelapa sawit seluas 1.582.48 hektar. Dengan karyawan dibagian penyemprotan, dibagian pupuk, dibagian panen dibagian operator dan dibagian polinasi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan stres kerja, kelelahan kerja dan kepemimpinan dengan kinerja karyawan penyemprotan kelapa sawit di PT Menteng Kencana Mas Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan responden sebanyak 40 karyawan penyemprotan kelapa sawit yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data ini menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki kinerja cukup sebanyak 33 (82,5%) responden, stres kerja sedang sebanyak 29 (72,5%) responden, kelelahan kerja sedang sebanyak 24 (60%) responden, persepsi kepemimpinan baik sebanyak 25 (62,5%) responden. Hasil uji Chi Square didapatkan bahwa ada hubungan stres kerja (p-value=0,000), ada hubungan kelelahan kerja (p-value=0,001) dan tidak ada hubungan kepemimpinan (p-value=0,691) dengan kinerja karyawan penyemprotan kelapa sawit di PT Menteng Kencana Mas Kalimantan Tengah. Disarankan perusahaan dapat memperhatikan atau melakukan penilaian secara berkala tentang gejala-gejala stres dan kelelahan kerja serta memberikan dukungan dan semangat kerja kepada karyawan penyemprotan kelapa sawit guna mendukung peningkatan kinerja karyawan.
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Gang Purnawirawan RT 2 Kelurahan Pelambuan Banjarmasin Husnul Khatimatun Inayah; Netty Netty; Ari Widyarni; Elsi Setiandari Lely Octaviana
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 1 (2023): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i1.378

Abstract

Cancer is a major health problem in the world and in Indonesia, according to the Global Burden of Cancer (Globocan) released by WHO in the Data and Information Center of the Ministry of Health on 2020, the number of deaths from cancer until 2018 continues to increase from year to year.Breast cancer prevention Effort by SADARI. Data from the Banjarmasin City Health Office in 2020 there were 98 cases of breast cancer in 2020 and 31 deaths. The target of the education is the mothers of Gang Punawirawan, Pelambuan village, Banjarmasin with a population of 250 families where 90 women are adults and there is 1 case of death due to breast cancer and many mothers and cadres do not know SADARI. The purpose of this community service is for cadres and mothers to understand and be able to carry out SADARI to remind breast cancer prevention.Targets and outcomes of this service, there is an increase in understanding and skills about breast cancer and early detection of cancer by SADARI. The outputs are Scientific Publications in Journals with ISSN/Proceedings, Youtube publications, and teaching materials in the form of dictation. The method of implementing this activity is in the form of pretest, breast cancer counseling, BSE training and posttest.The final result of the implementation of this activity is an increase in knowledge, understanding and skills about breast cancer, this can be seen from the comparison between the average pretest and posttest scores. Conclusion The understanding of cadres and mothers in Gang Purnawirawan RT 2, Pelambuan village can be increased through providing training and counseling about breast cancer and how to prevent it through SADARI.
Pelatihan Keterampilan Pengemasan dan Uji Cita Rasa Cookies Kacang Ikan Gabus (Channa Striata) dalam Pencegahan Stunting pada Balita di Kelurahan Pelambuan Kota Banjarmasin Widyarni, Ari; Netty, Netty; Inayah, Husnul Khatimatun; Ilmi, M. Bahrul; Fakhsiannor, Fakhsiannor; Lely Octaviana, Elsi Setiandari
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i1.895

Abstract

The results of the 2022 Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) show that the stunting rate in Indonesia is 21.6%, South Kalimantan 24.6% and Banjarmasin City 22.4% (5). The city of Banjarmasin with several children under five as many as 64,785 people with a stunting incidence rate of 22.4%, although this figure is below the figure of Kalimantan Province (24.6%), but still above the national average (21.6%). Pelambuan is one of the villages located in West Banjarmasin District in Banjarmasin City, located in the working area of the Pelambuan Health Center with an area of 1.22 Km and a population of 28,715 people with several stunted children under five as many as 24. This activity was carried out on Sunday, May 5, 2024, at 10.00 WITA until it was completed which was carried out at the house of the head of the PKK cadre of Pelambuan Village, Banjarmasin City, with the target of PKK cadres and mothers under five as many as 17 people with the method; pretest, counseling, training, and posttest. This activity was carried out in several stages, namely preparation, and implementation which included packaging and taste testing of Snakehead Fish Nut Cookies (Channa Striata) to making packaging and determining the capital price and selling price. The results of this activity can be known from the 17 respondents who conducted a taste test, namely most of the respondents liked the taste, aroma, color, texture/crispiness, the appearance of cookies, and the appearance of the packaging. In addition to their consumption, it is recommended to be used as a business and sold to increase family income to increase turnover for partners engaged in the economic sector.
Hubungan Karakteristik Dan Gaya Hidup Dengan Kejadiann Hipertensi Pada Usia Produktif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Ulin Kota Banjarbaru Widyarni, Ari; Nafisyah, Khairun; Hadi, Zuhrupal; Ariyanto, Edi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v15i2.972

Abstract

Latar belakang: Prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk dunia. Benua Asia tenggara berada diposisi ke-3 tertinggi dengan prevalensi kejadian hipertensi sebesar 25%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan diketahui angka hipertensi pada tahun 2021 sebanyak 686 jiwa kemudian pada tahun 2022 mengalami kenaikan dengan jumlah angka hipertensi sebanyak 2.792 jiwa dan pada tahun 2023 jumlah angka hipertensi mengalami peningkatan sebanyak 3.505 jiwa. Tujuan: Mengetahui hubungan karakteristik dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Sungai Ulin Kota Banjarbaru.Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua orang usia produktif yang berkunjung di pelayanan kesehatan Posbindu pada bulan Januari sampai April 2024 sebanyak 555 responden dengan sampel sebanyak 84 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accindental sampling.Hasil: Uji analisis univariat didapatkan sebagian besar responden hipertensi sebanyak 61,9%, sebagian besar responden berumur dewasa sebanyak 52,4%, jenis kelamin perempuan sebanyak 66,7%, tidak ada riwayat keturunan/genetik sebanyak 77,4%, gaya hidup tidak sehat sebanyak 72,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan umur dengan kejadiaan hipertensi p-value 0,005. Tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kejadiaan hipertensi p-value 0,382. Tidak ada hubungan genetik dengan kejadian hipertensi p-value 0,080. Tidak ada hubungan gaya hidup dengan kejadiaan hipertensi p-value 0,060.
Hubungan Kualitas Layanan Dengan Kepuasan Peserta JKN Pada Kanal Layanan BPJS Kesehatan Keliling Di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara Seftriadi, Mario; Widyarni, Ari; Ariyanto, Edy; Netty, Netty; Inayah, Husnul Khatimatun
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.18827

Abstract

BPJS Kesehatan terus melakukan inovasi terhadap beberapa kanal layanan administrasi untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta JKN. Salah inovasi layanan BPJS Kesehatan ialah BPJS Kesehatan Keliling. Saat ini, peserta menghadapi kesulitan akses ke kantor BPJS Kesehatan karena jarak tempuh yang jauh, antrean panjang, dan kesibukan pekerjaan yang tak dapat ditinggalkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas layanan dengan kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan metode cross-sectional, melibatkan 137 peserta yang pernah menggunakan layanan administrasi BPJS Kesehatan minimal satu kali. Sampel terdiri dari 58 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui, Kabupaten Barito Utara. Mayoritas responden (91,4%) menyatakan puas terhadap pelayanan administrasi, dengan dimensi keandalan (96,6%) baik, daya tanggap (94,8%) baik, jaminan (96,6%) baik, empati (94,8%) baik dan bukti fisik (94,8%) baik. Analisis data menggunakan chi-square menunjukkan adanya hubungan kualitas layanan dimensi keandalan (p=0,006), daya tanggap (p=0,001), jaminan (p=0,006), empati (p=0,001) dan bukti fisik (p=0,001) dengan kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara. Disarankan untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan serta sarana prasarana BPJS Kesehatan Keliling dan dapat menjadi bahan rujukan untuk diteliti kembali pada tingkatan yang lebih spesifik oleh peneliti selanjutnya. Kata Kunci          : BPJS Kesehatan, JKN, Kepuasan, KualitasKepustakaan      : 52 (2012 – 2024)
Edukasi Menyusun Menu Makanan Bergizi Seimbang saat Puasa sesuai Isi Piringku pada Ibu - Ibu Dasawisma Bougenvil Kelurahan Pelambuan Banjarmasin Inayah, Husnul Khatimatun; Widyarni, Netty Ari; Octaviana, Elsi Setiandari Lely; Ariyanto, Edy
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i2.637

Abstract

Fasting is believed to have many benefits, both physical and non-physical.. In developed countries, fasting is used as a therapy (fasting therapy) to cure several degenerative diseases. The habit of people in the city of Banjarmasin during fasting is that various foods are sold at the Traditional market once a year. Almost all of the food sold there contains high levels of fat and sugar which results in increased symptoms of degenerative diseases such as cholesterol, high blood pressure and diabetes mellitus. This community service aims to ensure that mothers understand and realize the importance of balanced nutrition according to the contents of my plate to reduce the risk of degenerative diseases. The method for implementing this activity is in the form of a pretest, counseling on a balanced nutritional menu according to the contents of my plate when fasting and posttest. The final result of implementing this activity was an increase in knowledge and understanding of a balanced nutritional menu according to the contents of my plate during fasting, which can be seen from the comparison between the average pretest and posttest scores. Conclusion The understanding of mothers in Gang Gang Purnawirawan RT 2, Pelambuan sub-district can be increased through providing education and counseling about a balanced nutritional menu according to the contents of my plate when fasting