Globalisasi pasar yang pesat dan revolusi digital telah membentuk kembali lanskap kompetitif, menekankan pentingnya adaptabilitas budaya dalam strategi pemasaran internasional. Penelitian ini mengeksplorasi peran dimensi budaya dalam membentuk preferensi konsumen dan mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran adaptif dibandingkan dengan yang terstandarisasi. Menggunakan pendekatan tinjauan literatur, penelitian ini mensintesis wawasan dari teori pemasaran lintas budaya untuk menyoroti tantangan dan peluang dalam bisnis global. Temuan menunjukkan bahwa ketidaksesuaian budaya dapat menyebabkan kegagalan pasar yang signifikan, seperti yang terlihat pada kasus Pepsi dan Nike, sementara strategi yang adaptif secara budaya, seperti yang diterapkan oleh Netflix dan Starbucks, meningkatkan keterlibatan konsumen dan loyalitas merek. Penelitian ini menekankan perlunya bisnis untuk menyeimbangkan antara standarisasi global dan relevansi lokal guna mengoptimalkan efektivitas pemasaran mereka. Penelitian ini berkontribusi pada wacana akademik dan aplikasi praktis dengan mengusulkan kerangka kerja untuk meningkatkan adaptabilitas budaya sekaligus mempertahankan identitas merek.
Copyrights © 2025