Hak Asas|i Manus|ia (HAM) dalam perspekt|if Pancas|ila merupakan pengakuan terhadap martabat dan hak dasar set|iap |ind|iv|idu yang d|il|indung|i oleh negara. Pancas|ila, sebaga|i dasar negara |Indones|ia, member|ikan landasan yang kokoh bag|i penegakan HAM dengan menempatkan n|ila|i-n|ila|i kemanus|iaan, kead|ilan, dan persatuan sebaga|i p|ilar utama. Dalam pandangan Pancas|ila, HAM t|idak hanya d|il|ihat sebaga|i hak |ind|iv|idu semata, tetap|i juga sebaga|i bag|ian t|idak dapat d|ip|isahkan dar|i keh|idupan bermasyarakat dan bernegara.Pancas|ila mengajarkan bahwa set|iap warga negara berhak untuk h|idup bebas, memperoleh kead|ilan, serta mendapatkan perl|indungan atas hak-haknya, termasuk hak atas kebebasan berpendapat, hak atas pend|id|ikan, dan hak untuk h|idup sejahtera. N|ila|i kemanus|iaan yang terkandung dalam s|ila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa", member|ikan dasar sp|ir|itual bag|i pengakuan terhadap n|ila|i kemanus|iaan yang un|iversal, sementara s|ila kedua h|ingga kel|ima mengarahkan pada penerapan kead|ilan sos|ial, kesetaraan, dan persatuan dalam keh|idupan berbangsa. Secara keseluruhan, Pancas|ila t|idak hanya mengaku|i hak asas|i manus|ia sebaga|i hak yang d|iber|ikan oleh Tuhan, tetap|i juga sebaga|i hak yang harus d|ijaga dan d|ihormat|i oleh set|iap |ind|iv|idu dan negara. Dalam konteks |in|i, hak asas|i manus|ia dan Pancas|ila sal|ing melengkap|i dan member|ikan arah dalam pembentukan masyarakat yang ad|il dan beradab, d|i mana set|iap orang d|iharga|i hak-haknya tanpa d|iskr|im|inas|i. Pancas|ila menjad|i panduan dalam mengupayakan kese|imbangan antara hak |ind|iv|idu dan kepent|ingan bersama, mewujudkan masyarakat yang berkead|ilan dan harmon|is.
Copyrights © 2024