Hutan hujan tropis Kalimantan didominasi oleh jenis Dipterocarpaceae, diantaranya adalah keruing (Dipterocarpus). Selain memiliki kayu dengan kualitas tinggi, keruing juga menghasilkan minyak. Minyak keruing merupakan metabolit sekunder pohon Keruing (Dipterocarpus) dengan bau yang khas dan bersifat mudah menguap. Minyak keruing diperoleh dari destilasi daun, batang, ranting serta pemisahan dari oleoresin keruing. Kandungan minyak keruing didominasi oleh metabolit sekunder terpenoid. Minyak keruing memiliki beragam kegunaan di bidang farmasi dan kesehatan. Minyak keruing dan produk turunannya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, bahkan sudah mulai dijual pada “online shopping”, dengan harga Rp.400.000,00 hingga Rp.800.000,- per liter minyak keruing. Adanya nilai ekonomi yang tinggi, dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan warga sekitar hutan.
Copyrights © 2025