Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang peran kurikulum dalam pendidikan apakah menciptakan subjek pengetahuan atau justru menciptakan subjek pekerja. Tulisan ini hendak mengembalikan kesadaran masyarakat akan fungsi pendidikan sebenarnya, yaitu untuk memperoleh pengetahuan guna terlibat dalam dialog-dialog kemasyarakatan, dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Dalam tulisan ini, penulis menggunakan buku dan artikel jurnal terkait dengan penerapan kurikulum merdeka, konstruksi sosial dalam kurikulum merdeka, dan pendidikan sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi akan subjek pekerja. Kesimpulan dari tulisan ini menjelaskan bahwa pendidikan tidak sekadar untuk mempersiapkan subjek pekerja, melainkan subjek pengetahuan. Oleh karena itu, kurikulum sebagai dasar pelaksanaan pendidikan harus dapat membedakan antara mengajarkan pengetahuan agar siswa dapat terlibat dalam dialog kemasyarakatan. Setiap individu memiliki hak untuk mengakses pengetahuan, sehingga pendidikan tidak seharusnya mendukung praktik kapitalisme yang mengontrol aktivitas dan kedirian individu berdasarkan kekuatan mereka akan sistem ekonomi.
Copyrights © 2025