Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menelisik Peran Kurikulum dalam Pendidikan: Menciptakan Agen Pengetahuan atau Menciptakan Subjek Pekerja Pusparani, Carolina; Ampuno, Sarlin; Siitay, Tresia
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i1.181

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang peran kurikulum dalam pendidikan apakah menciptakan subjek pengetahuan atau justru menciptakan subjek pekerja. Tulisan ini hendak mengembalikan kesadaran masyarakat akan fungsi pendidikan sebenarnya, yaitu untuk memperoleh pengetahuan guna terlibat dalam dialog-dialog kemasyarakatan, dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Dalam tulisan ini, penulis menggunakan buku dan artikel jurnal terkait dengan penerapan kurikulum merdeka, konstruksi sosial dalam kurikulum merdeka, dan pendidikan sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi akan subjek pekerja. Kesimpulan dari tulisan ini menjelaskan bahwa pendidikan tidak sekadar untuk mempersiapkan subjek pekerja, melainkan subjek pengetahuan. Oleh karena itu, kurikulum sebagai dasar pelaksanaan pendidikan harus dapat membedakan antara mengajarkan pengetahuan agar siswa dapat terlibat dalam dialog kemasyarakatan. Setiap individu memiliki hak untuk mengakses pengetahuan, sehingga pendidikan tidak seharusnya mendukung praktik kapitalisme yang mengontrol aktivitas dan kedirian individu berdasarkan kekuatan mereka akan sistem ekonomi.
Guru sebagai Agen Perubahan, Bebaskan Siswa dari Perundungan Verbal Pusparani, Carolina
TARSIUS : Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif & Humanis Vol 7 No 1 (2025): 2025 Volume 7 Nomor 1
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/tarsius.v7i1.1433

Abstract

Latar belakang dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah munculnya perundungan verbal oleh guru kepada siswa di sekolah yang dianggap rasional, karena berkaitan dengan penggunaan bahasa sehari-hari yang dipengaruhi oleh aspek sosio-historis dan sosio-kultural. Guru memegang peranan penting dalam proses perkembangan siswa, karena guru adalah pengganti orang tua selama siswa berada di sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut, maka guru harus menjadi contoh yang baik bagi setiap muridnya, terutama dalam berbahasa. Bahasa akan selalu digunakan dalam proses mendidik siswa, yaitu digunakan dalam proses dialog, penyampaian materi belajar, berdiskusi dan lain sebagainya. Guru harus mampu memilah dan memilih bahasa yang baik untuk digunakan di sekolah agar siswa dapat meniru hal-hal yang baik. Bahasa tidak muncul begitu saja, melainkan muncul dalam praktik sosial masyarakatnya. Praktik penggunaan bahasa yang kurang tepat turut menyumbang permasalahan perundungan verbal. Perundungan verbal yang dipengaruhi oleh budaya dan praktik sosial masyarakat dalam menggunakan bahasa seakan dianggap sebagai hal yang wajar dan ternormalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk menawarkan perubahan dengan menciptakan kebiasaan baru dalam konteks pendidikan, sebagai tempat untuk memproduksi perilaku-perilaku positif. Kebiasaan baru yang ditawarkan adalah guru mampu berbahasa secara lebih positif agar siswa meniru hal yang positif guna menghilangkan perundungan verbal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) bersama komunitas guru Sekolah X sebanyak 33 orang. Kegiatan pengabdian ini dikemas dalam bentuk kegiatan ceramah dan diskusi untuk mencapai kebiasaan baru yang diharapkan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah guru Sekolah X cenderung sulit untuk mengubah perilaku mereka terkait dengan penggunaan bahasa dalam konteks sekolah yang dapat disebut sebagai resistensi budaya, yaitu adanya penolakan terhadap perubahan karena kebiasaan dan norma yang telah mengakar kuat dalam lingkungan sehari-hari para guru berkaitan dengan penggunaan bahasa sehari-hari. Resistensi budaya menyebabkan penggunaan bahasa kasar dianggap biasa dan tidak lagi dipandang sebagai bentuk perundungan pada konteks lingkungan masyarakat tertentu
KESEJAHTERAAN GURU PENDAMPING ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: DINAMIKA, TANTANGAN, DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBENTUKNYA Ampuno, Sarlin; Pusparani, Carolina
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v6i1.4021

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesejahteraan Guru Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), dengan menyoroti dinamika, tantangan, serta faktor-faktor yang membentuknya. Studi ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif, melibatkan tiga informan yang bekerja sebagai Guru Pendamping ABK di tiga sekolah inklusi yang berbeda di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik, mencakup tahap familiarisasi, pemberian kode, pengelompokan tema, interpretasi, dan penyusunan narasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesejahteraan Guru Pendamping ABK terbentuk dari interaksi yang kompleks antara faktor internal dan eksternal. Berdasarkan perspektif Ekological System Theory dari Bronfenbrenner, kesejahteraan Guru Pendamping dipengaruhi oleh lima sistem yang saling berinteraksi, yaitu: (1) mikrosistem, berupa hubungan emosional yang positif dengan ABK, rekan kerja, dan keluarga; (2) mesosistem, berupa kolaborasi antara lembaga dan dukungan lintas konteks yang memperkuat identitas professional; (3) eksosistem, mencakup dukungan keluarga Guru Pendamping itu sendiri, kebijakan sekolah, serta akses terhadap pelatihan dan komunitas profesional; (4) makrosistem, yang berkaitan dengan nilai sosial dan budaya yang membentuk persepsi terhadap profesi Guru Pendamping; dan (5) kronosistem, yang menggambarkan proses waktu dan transformasi diri melalui pengalaman profesional dan personal yang berkelanjutan.Kata Kunci: Kesejahteraan Guru Pendamping ABK, Teori Sistem Ekologi (Bronfenbrenner)