Bahasa merupakan sebuah produk budaya yang muncul dan berkembang secara terus menerus. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dari berkembangnya sebuah bahasa adalah karena munculnya generasi baru. generasi baru akan membawa banyak perspektif baru dari berbagai aspek termasuk aspek kebahasaan, misalnya munculnya jargon, register atau istilah-istilah lainnya yang berkenaan dengan bahasa. Generasi yang dianggap paling baru dan paling muda saat ini dilabeli dengan Gen alpha. Generasi yang dianggap gen alpha ini memiliki rentan waktu kelahiran dari tahun 2011 - sekarang (Maulida, 2022. Hal. 40). Gen Alpha saat ini menjadi sorotan di media sosial karena penggunaan bahasanya yang unik dan juga baru, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk melihat makna bahasa pada kata-kata yang digunakan oleh gen-alpha. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan dengan teknik padan yakni memadankan kata yang muncul pada bahasa gen alpha dan dipadankan dengan yang ada. Teori yang digunakan adalah teori semantik dengan menggunakan pendekatan sense relation. Kajian semantik dipilih sebagai teori utama karena penelitian ini akan berfokus pada kata dan makna kata. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata-kata yang muncul dan digunakan oleh gen alpha di media sosial. Kata-kata tersebut memiliki bentuk dan pemaknaan yang baru. kata-kata seperti sigma, mewing, skibidi, rizz dan aura perlu dikaji agar ketika kata-kata ini digunakan pemaknaannya akan diketahui dengan jelas, baik secara gramatikal maupun secara leksikal.
Copyrights © 2025