Pelatihan dan pengembangan karyawan merupakan elemen penting dalam meningkatkan kinerja di berbagai sektor, terutama dalam industri jasa yang berkembang pesat di Indonesia. Meskipun berbagai perusahaan telah mengimplementasikan program pelatihan, belum banyak yang meneliti sejauh mana pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan di industri ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi gap pengetahuan tersebut dengan menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap kinerja karyawan di industri jasa di Indonesia. Penelitian ini menarik karena melihat pentingnya peningkatan keterampilan karyawan dalam era digital yang penuh tantangan, di mana pelatihan yang tepat dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dampak pelatihan dan pengembangan terhadap kinerja karyawan serta mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, di mana data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, wawancara dengan peserta pelatihan, serta analisis regresi linier untuk mengukur pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan, dengan kontribusi sebesar 42,7% terhadap peningkatan kinerja. Selain itu, metode pelatihan berbasis e-learning dan experiential learning terbukti lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi perusahaan di industri jasa untuk merancang program pelatihan yang lebih terstruktur dan berbasis teknologi, serta memastikan adanya dukungan yang berkelanjutan setelah pelatihan untuk meningkatkan penerapan keterampilan dalam pekerjaan sehari-hari.
Copyrights © 2024