Mahasiswa tingkat akhir sering menghadapi tekanan akademik yang tinggi akibat proyek akhir, persiapan karier, dan target akademik lainnya, yang dapat memicu stres akademik. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan manajemen waktu memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan stres akademik (r = -0,233, p 0,001; r = -0,349, p 0,001), yang berarti bahwa semakin baik keterampilan dukungan sosial dan manajemen waktu, semakin rendah tingkat stres yang dialami. Selain itu, ada hubungan positif antara dukungan sosial dan manajemen waktu (r = 0,340, p 0,001), yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan dukungan sosial yang baik cenderung memiliki manajemen waktu yang lebih efektif. Temuan ini didukung oleh teori Santrock dan Gadzella, yang menjelaskan bahwa mahasiswa dewasa awal sering menghadapi tantangan akademik dan sosial yang menyebabkan stres. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa stres akademik dapat mengganggu kemampuan berpikir, pengambilan keputusan, dan memicu perilaku negatif. Dukungan sosial, yang mencakup bantuan emosional dan informasi dari keluarga dan teman, dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan, seperti yang terungkap dalam penelitian oleh Zimet dan Weiten Lloyd. Selain itu, manajemen waktu yang efektif, seperti yang dijelaskan oleh Taylor dan Tiger, juga berperan penting dalam mengurangi stres dengan membantu siswa memprioritaskan dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Analisis regresi menunjukkan bahwa manajemen waktu memiliki dampak yang lebih besar terhadap stres akademis dibandingkan dengan dukungan sosial.
Copyrights © 2025