Stres akademik merupakan tantangan utama bagi mahasiswa tingkat akhir, terutama dalam menyelesaikan skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri, regulasi emosi, dan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 263 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dan stres akademik (r = -0.751) serta antara regulasi emosi dan stres akademik (r = -0.778). Mahasiswa dengan efikasi diri yang tinggi dan keterampilan regulasi emosi yang baik cenderung mengalami tingkat stres akademik yang lebih rendah. Hal ini menyoroti peran penting kedua variabel tersebut dalam mengelola tekanan akademik. Sebagai rekomendasi, universitas didorong untuk mengembangkan program dukungan psikologis yang berfokus pada peningkatan efikasi diri dan regulasi emosi mahasiswa. Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan sampel dan mempertimbangkan faktor lain, seperti dukungan sosial dan lingkungan belajar, guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai stres akademik pada mahasiswa
Copyrights © 2025