Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan peserta didik dalam proses belajar dikelas X E2 Fase E SMAN 1 Batang Anai. Rendahnya keaktifan belajar ini diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah model pembelajaran yang digunakan oleh guru saat mengajar. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru perlu menerapkan model pembelajaran yang lebih efektif dan kolaboratif. Salah satu model yang diusulkan adalah dengan menggunakan model pembelajaran bamboo dancing dalam proses pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan, dengan model dua siklus oleh Kemmis dan McTaggart. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan dokumentasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi. Analisis data deskriptif dan kuantitatif dilakukan terhadap 36 siswa kelas XE 2.Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori behaviorisme Ivan Petrovich Pavlov. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe bamboo dancing dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa; pada siklus I, persentase aktivitas meningkat dari 65% menjadi 83%. Peningkatan ini disebabkan oleh tuntutan siswa untuk aktif dalam tugas individu dan kelompok yang melibatkan keterampilan berpikir, berbicara, menulis, dan berkomunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model bamboo dancing efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dalam proses belajar mata pelajaran sosiologi.
Copyrights © 2025