ABSTRACT Sistem pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai kerja/ belajar kelompok yang terstruktur, sebaiknya guru meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu siklus I (63,64%), siklus II (81,82%). Strategi TSTS (Two-Stay Two-Stray) dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik kelas IX A, serta model pembelajaran ini dapat dipergunakan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci : Pembelajaran matematika, strategi TSTS (Two-Stay Two-Stray).
Copyrights © 2021