Penelitian ini mengkaji model pengawasan yang diterapkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengelola Dana Desa di Desa Sisobahili, Kecamatan Namohalu Esiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengawasan yang diterapkan, mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam pelaksanaannya, dan mengusulkan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi langsung, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa pengawasan langsung dan tidak langsung oleh BPD sangat penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa. Pengawasan langsung memungkinkan pemantauan dan penyesuaian secara real-time, sedangkan pengawasan tidak langsung melalui laporan tahunan memberikan evaluasi jangka panjang terhadap tata kelola dan manajemen keuangan. Tantangan yang teridentifikasi termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya pemahaman tentang peran pengawasan di antara anggota BPD. Studi ini menyimpulkan bahwa keterlibatan masyarakat yang efektif dan pelatihan yang lebih baik bagi anggota BPD sangat penting untuk meningkatkan tata kelola dan pengawasan Dana Desa.
Copyrights © 2024