Di era globalisasi yang terus berkembang pesat, Generasi Z menghadapi tantangan yang signifikan dalam mempertahankan identitas keislaman mereka. Globalisasi membawa masuk berbagai budaya dan nilai-nilai asing yang seringkali bertentangan dengan ajaran Islam, menciptakan dilema bagi generasi muda yang terhubung secara digital dengan dunia luar. Pengaruh media sosial, gaya hidup hedonistik, dan pandangan sekuler mengancam keberadaan prinsip-prinsip agama dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun begitu, Generasi Z memiliki potensi untuk mengatasi tantangan ini dengan cara yang cerdas dan konstruktif, asalkan mereka diberikan pendidikan dan pembinaan yang tepat. Dalam konteks ini, peran keluarga, pendidikan formal, dan komunitas sangat penting untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan mereka. Pendidikan Islam yang integratif, yang mengajarkan bagaimana menjalani kehidupan modern tanpa mengorbankan prinsip agama, bisa menjadi kunci utama. Selain itu, pembentukan karakter Islami yang kuat melalui teladan dalam keluarga dan dukungan sosial dari komunitas Muslim juga memainkan peran yang sangat besar dalam menjaga identitas keislaman generasi Z. Artikel ini bertujuan untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi oleh Generasi Z dalam menjaga identitas keislaman mereka, serta solusi-solusi praktis yang dapat diterapkan oleh keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk memastikan generasi muda tetap kokoh dalam memegang ajaran agama Islam.
Copyrights © 2024